INTEGRATED AGRIBISNIS TRAINING AND KYOKUSHIN TRAINING

Gambate Mountain Training Program

Program latihan bagi Kyokushin Karateka untuk mengikuti Pelatihan Terintegrasi Di Gunung.

Gambar

1.  Executive Summary   

Sosai Masutatsu Oyama menemukan dirinya dalam ketenangan jiwa setelah berlatih di Gunung. Pada waktu umur Miyamoto Mushasi dari Harima mendekati 60 tahun, maka Mushasi naik ke Gunung untuk berlatih dan menulis buku Heiho-nya, Go Rin No So/The Book Of Five Rings. Gatotkaca, Ksatria Pringgondani sebelum terlibat dalam perang Bharatayuda harus mengalami pelatihan di Kawah Candradimuka. Mahesa Djenar, Ksatria dari Demak Bintoro berhasil mencapai puncak ilmunya setelah menjalani latihan di padepokan Karang Tumaritis Bukit Telayama pimpinan Panembahan Ismaya.

Jadi latihan di Gunung, menyatu dan bersahabat dengan alam menjadi kunci pokok keberhasilan para Ksatria/Bushido dalam menemukan jati dirinya yang hakiki. Jati diri yang lembut, bijaksana, kasih sayang, tepo seliro, integritas, hening, bening, jernih, menahan diri, menjauhi sifat angkara murka serta meminimalisir sifat angkuh, ego, gejolak menggelora di dada dan mau menang sendiri.

Sebagai murid dari the legend Sosai Oyama, maka Kyokushin Karateka harus juga mengisi salah satu latihannya dengan latihan di Gunung. Dari kumpulan banyak kisah apa-apa yang Sosai lakukan di Gunung itu dalam latihannya melalui buku Sosai dan kisah-kisah dari para senior Kyokushin Karateka, maka Kyokushin Riau menyediakan tempat, fasilitas dan program latihan di Gunung dengan nama “Gambate Mountain Training Camp-Young Lion Dormitory” bagi Karateka-Karateka di Riau pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Gambar

Latihan di Gunung bukan berarti pagi datang ke Gunung sore harinya pulang, tidak, bukan seperti itu, bukan piknik seperti itu, tetapi tinggal beberapa hari di Gunung untuk Latihan.

Selain belajar Kyokushin Karate juga belajar tentang Agribisnis, Zen, Meditasi, Perikanan Darat, Peternakan dan lain sebagainya. Semua di kemas dalam latihan yang terintegrasi sehingga sangat berguna untuk Karateka, baik anak muda ataupun siapa saja yang mengikuti program ini. Dengan kata lain, kita bangun Pesantren Kyokushin atau Padepokan Karang Tumaritis Panembahan Sosai Oyama.

Program latihan dibagi dalam periode waktu yang berbeda-beda. Program latihan 1 x 24 Jam, Program Latihan 3 x 24 jam, program latihan 7 x 24 jam, program latihan 14 x 24 jam dan program latihan 30 Hari.

2. Fasilitas Gambate Mountain Training Camp

Tersedia fasilitas sederhana untuk tinggal dan latihan di Gunung, tapi jangan mengharapkan fasilitas mewah di lokasi. Sosai Oyama juga menggunakan rumah kayu bekas para peziarah ketika di Gunung dengan fasilitas yang sangat sederhana, tapi Sosai sanggub menjalaninya latihan selama 1.5 tahun lebih. Fasilitas yang tersedia untuk menetap dan berlatih di Gunung adalah:

2.1 Pondok/Gazebo

2.2 Dapur

2.3 MCK

2.4 Dojo Alam dan Hutan Alam

2.5 Pelatihan Zen dan Pelatihan Agribisnis

2.6 Tempat Sampah

Peralatan MCK, pakaian dan peralatan tidur (seperti tikar, bantal, selimut) disediakan sendiri para peserta.

Gambar

Peralatan dapur tersedia di lokasi, tetapi bahan-bahan untuk masakan (beras, sayur,buah- buahan, lauk pauk) disediakan sendiri peserta.

3. Program Latihan Harian

Latihan di program ini perpaduan yang terintegrasi dari Agribisnis Training dengan Kyokushin Karate training.

Kyokushin training mengikuti latihan Kyokushin Training pada umumnya. (mengacu dari arahan para senior Kyokushin Karateka dan buku-buku Sosai Oyama)

Agribisnis Training mengikuti “on the job training” dari pekerja-pekerja kami yang berpengalaman di lapangan. Seperti misalnya : belajar pembibitan coklat, belajar merawat tanaman coklat, belajar mengolah biji coklat menjadi coklat kering siap jual, beternak sapi, beternak kambing, perikanan darat, belajar mengolah ikan segar menjadi Ikan Salai dan lain sebagainya. Dengan tugas utama merawat tanaman Pinang milik Kyokushin Riau.

Gambar

Integrasi latihan Kyokushin dan Agribisnis ini dengan jadwal harian sebagai berikut:

06.00 – 10.30 Kyokushin Training Program 1

10.30 – 14.00 Istirahat, Sholat/Berdoa, Makan dan Minum

14.00 – 17.00 Agribisnis Training Program (on the job training)

17.00 – 17.30 Zen Training (Bonsai, Ikan Hias, melukis, kaligrafi, Meditasi)

17.30 – 19.30 Istirahat, Sholat/Berdoa, Makan Dan Minum

19.30 – 21.30 Kyokushin Training Program 2

21.30 – 05.30 Istirahat, Sholat/Berdoa, Makan, Minum dan Tidur

Dengan jadwal program latihan harian ini, maka banyak manfaat yang akan didapat dari Karateka. Satu harian penuh akan diisi dengan hal-hal yang sangat berguna, baik untuk ketahanan fisik, Kyokushin Training maupun pembelajaran usaha nantinya.

4. Apa Yang Dilakukan Di Kyokushin Mountain Training

Supaya program latihan di Gunung sama dengan yang dilakukan oleh Sosai Oyama di Gunung dulu, maka kita harus mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang apa-apa yang Sosai lakukan di Gunung untuk berlatih.

4.1 Sosai Training di Gunung

Dari beberapa literature dan cerita-cerita senior menerangkan bahwa Sosai Oyama berlatih digunung dengan aktivitas sebagai berikut:

a. Sosai berlarian di hutan, naik turun gunung, meloncati ranting-ranting pepohanan di hutan dan berlarian berburu Kelinci.

b. Sosai melakukan latihan KIHON 3-4 jam sehari. Jika 30 hitungan KIHON menghabiskan waktu 1 jam, maka 3-4 jam sama dengan 100 hitungan KIHON. Kadang-kadang Sosai melakukan Seiken Gyaku Chuki Chudan atau Seiken Gyaku Shuki Jodan 5,000 kali.

c. Sosai mengulang-ulang latihan Idogeiko Kihon dan KATA ratusan kali setiap harinya.

d. Sosai melakukan latihan makiwara training dengan memukul batang-batang pepohonan, memecahkan batu kali dengan Shutonya, memecahkan biji kacang kenari dengan jari telunjuk dan jempolnya, menendang-nendang batang pohon.

e. Sosai melakukan meditasi duduk diatas sebuah batu, meditasi berendam di air (sungai/kolam), meditasi di bawah kucuran air terjun, meditasi berdiri di tebing-tebing pegunungan dan meditasi di pondok tempat Sosai tinggal di Gunung.

f. Sosai melakukan push up ratusan kali per hari, Sosai berjalan dengan kedua tangannya (kaki Sosai di atas, berdiri terbalik dengan kedua tangan sebagai tumpuannya), Sosai mengangkat barbel yang terbuat dari batang-batang pohon besar, Sosai memindahkan batang-batang pohon besar dengan mengangkatnya dari satu tempat ke tempat lainnya.

g. Hoby Sosai sering melakukan KATA Tenso dan Sanchin ratusan kali per hari.

h. Sosai sering rindu keramaian dan ingin mengakhiri Mountain Trainingnya yang sepi, tapi Sosai menguatkan ketahanan jiwanya untuk tetap bertahan, kadang-kadang Sosai di petang hari mengalami halusinasi, yaitu seperti mendengar kerumunan orang-orang berbicara walau sebenarnya suara-suara itu cuma angin yang menerpa dedaunan yang menimbulkan suara gemerisik, atau mendengar jeritan tangisan bayi walau sebenarnya hanyal gemericik air di hutan. Tetapi Serigala Hutan, sahabat satu-satunya Sosai Oyam di Hutan, yang selalu melolong keras menyadarkan Sosai bahwa Sosai berada di Hutan. Kadang Sosai memberi sisa makanannya kepada Srigala itu.

4.2 Kyokushin Karateka Training di Gunung

Berdasarkan dari semua informasi tentang apa-apa yang dilakukan Sosai Oyama di gunung itu, maka kita lakukan analogi dan mengakuisisi kegiatan Mountain Training. Latihan itu meliputi :

Gambar

a. Setiap pagi KIHON di pagi hari 3 jam full, atau 100 hitungan.

b. Setiap pagi selesai KIHON, diisi dengan cross country naik Gunung, meloncati ranting-ranting, menerobos hutan alam, mengangkat batang-batang pohon, makiwara training dengan alat bantu pepohonan, push up dan lain-lain. Pengaturannya dilakukan di lokasi.

c. Siang sampai Sore hari mengikuti Agribisnis Training. Bekerja sesuai arahan dari pekerja-pekerja kami di lapangan.

e. Sore hari menjelang petang berlatih Zen. Meditasi, merawat Bonsai, Merawat tanaman hias di sekitar pondok, merawat ikan hias, melukis, menulis buku harian latihan dan lain-lain.

g. Latihan Malam, diisi dengan latihan chalisthenic-stretching, mengulang-ulang KATA, Idogeiko Kihon, Ipon Kumite, latihan Kumite.

(kami menerima saran dari Senior jika ada yang mau menambah sesi latihan seperti yang pernh Sosai lakukan di Gunung dulu)

5. Biaya Mountain Training Program

Semua biaya yang harus dibayar oleh Karateka untuk tinggal dan berlatih di Mountain Training ini semuanya untuk Kas Kyokushin dan perawatan fasilitas mountain training. Biaya mengikuti program latihan ini adalah sebagai berikut :

Progam latihan 1 x 24 Jam Rp. 25,000/Karateka

Program Latihan 3 x 24 Jam Rp. 35,000/Karateka

Program Latihan 7 x 24 Jam Rp. 45,000/Karateka

Program Latihan 14 x 24 Jam Rp. 75,000/Karateka

Program Latihan 30 hari Rp. 100,000/Karateka.

(semua dana di atas diperuntukkan merawat fasilitas Mountain Training)

Biaya di atas adalah biaya tinggal di lokasi dan mendapat pelatihan Agribisnis dan Kyokushin Training. Makan dan transportasi ke lokasi di tanggung sendiri bagi para peserta (bisa dikordinasikan secara patungan atau bersama-sama).

Dalam pelatihan Agribisnis, Karateka akan bekerja langsung dibawah arahan pekerja kami di lapangan, Karateka harus bekerja sepenuhnya “apapun” yang diarahkan oleh pekerja kami, supaya mendapat pelajaran dan philosophy Agribisnis sehingga menumbuhkan jiwa Entrepreneurship. Tidak boleh melawan dan membantah apapun yang disuruh oleh Pekerja kami, walau di suruh gali kolam sekalipun, sebab selesai latihan di Gunung ini, diharapkan Karateka mempunyai keinginan untuk mengembangkan usaha di lingkungannya nanti.

5. Peraturan Mountain Training Camp

Peraturan harus diikuti oleh Peserta Mountain Training Camp, hal ini untuk menjaga keteraturan, disiplin, sopan santun, etika dojo dan keselamatan bagi Karateka. Peraturan Mountain Training adalah sebagai berikut :

5.1 Peserta harus menjaga disiplin waktu.

5.2 Peserta harus menyediakan perlengkapan MCK sendiri-sendiri.

5.3 Peserta harus menyediakan sarana transportasi sendiri (bisa di kordinasikan)

5.4 Peserta harus menyedian bahan-bahan makanan dan memasak sendiri. Peralatan memasak disediakan di Gunung.

5.5 Peserta harus merawat dan menjaga kebersihan lokasi Camp.

5.6 Peserta tidak diperkenankan membuang puntung rokok dan sampah sembarangan.

5.7 Peserta harus mengikuti semua arahan di lokasi oleh Instruktur maupun pekerja.

5.8 Peserta harus mendapatkan ijin dari Orang Tua masing-masing

5.9 Peserta harus membawa peralatan buku tulis, pena dan buku gambar. Untuk pelatihan menulis dan menggambar.

5.10 Peserta harus mengikuti semua program latihan yang disuruh oleh panitia. Meminta ijin jika sudah tidak sanggub meneruskan latihan di Gunung.

5.11 Peserta yang mengundurkan diri dari progam latihan dinyatakan Gugur, tidak boleh lagi tinggal lagi di Gunung. (Harus di sadari bahwa tinggal di Gunung untuk Latihan bukan untuk Wisata).

5.12 Peserta harus membawa peralatan latihan sebagai berikut : Dogi, baju olah raga, sepatu sport atau sepatu cross country.

5.13 Peserta yang mempunyai penyakit akut dilarang mengikuti latihan ini.

5.14 Peserta dilarang merokok, dilarang minum-minuman keras, mengkonsumsi drug, menghisap ganja dan narkotika jenis lain.

5.15 Peraturan-peraturan lainnya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

6. Contact Person

Untuk mengikuti program Mountain Training ini, anda harus mendaftar ke contact person dibawah ini :

Senpai MS Budi Santosa (082172647411) atau email ms_budi_s@yahoo.com

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s