The Meaning of A Book of Five Rings

Arti dari Buku Lima Kitab karya Miyamoto Mushasi

Oleh Shihan Sigeru Oyama

Saya berharap Anda sehat dan tetap giat dalam menjalankan latihan yang keras!Gambar

The Shihan Sigeru Oyama yang paling kanan

Ketika saya (Shihan Sigeru Oyama) mencapai tingkatan sabuk hitam, maka saya memutuskan akan mencurahkan seluruh hidup saya untuk mengajar Karate. Sejak saat itu, saya dengan sangat hati-hati mempelajari buah karya The Great Ledend Miyamoto Musashi, The Book Of Five Rings, Buku Lima Kitab. Saya berjanji pada diri sendiri pada waktu dulu di usia muda bahwa suatu hari saya akan menterjemahkan Buku Kuno ini untuk diri sendiri dan untuk semua murid-murid saya.

Banyak buku-buku besar lainnya ditulis tentang Samurai, dan saya telah dengan sangat hati-hati membaca semuanya. Tapi saya tidak percaya apa yang mereka tulis. Sebagian besar itu sangat filosofis dan sangat bergantung pada ajaran-ajaran para biarawan dan pengkhotbah. Tulisan-tulisan mereka kadang berkabut (berkias-kias) dan jelas tidak sesuai dengan realitas yang saya tahu dari pertempuran sebenarnya. Mungkin tulisan-tulisan mereka itu benar, tetapi saya hanya tidak bisa memahaminya untuk pertempuran yang nyata.

Kemudian saya membaca Buku Lima Kitabnya Mushashi (The Book Of Five Rings). Semua tulisan dalam buku itu begitu bersih dan sederhana. Aluran tulisannya adalah langsung dan lurus ke depan. Tulisan itu semua tentang HEIHO yang berarti “strategi pemenang”.

Gambar

The Great Shihan Sigeru Oyama (Kanan) dan The Great Shihan Tadashi Nakamura (kiri)

Musashi tidak perlu membuat pembacanya bingung serta rumit atau kompleks. Dia hanya ingin memberitahu para pembaca bagaimana untuk menang.

Sayangnya, Buku Kuno aslinya dari The Book Of Five Ringnya Musashi’s  sudah tidak ada lagi. Buku Asli karangan Musashi itu hilang, meskipun ilmuwan Kuno Jepang sudah banyak mencatat ulang buku itu. Hari ini kita  bisa memiliki interpretasi itu yang ditulis oleh Profesor terkenal dalam bahasa Jepang modern. Saya telah membaca banyak terjemahan ini, tetapi saya telah menemukan bahwa sebagian besar para sarjana ini kehilangan focus utama dalam Buku Musashi itu.

Beberapa penerjemah Jepang ini mengakui bahwa mereka tidak memahami seni bela diri. Mereka hanya menterjemahkan dari perspektif akademik atau bisnis. Beberapa dari mereka sangat buruk dalam menterjemahkannya! Mereka telah membuat Buku Musashi menjadi tampak sangat abstrak.

Buku Lima Kitab karangan Mushasi sangat berguna untuk seniman bela diri. Jadi yang ingin saya lakukan untuk Anda dalam tulisan ini adalah memberitahu kepada Anda tentang apa yang Musashi benar-benar ingin sampaikan tentang bela diri yang tentunya ada hubungannya di dunia Karate. Seseorang harus melakukannya. Jika tidak saya, lalu siapa? Ini adalah tantangan yang sangat besar. Saya merasa seperti mencoba untuk memanjat Gunung Everest bertelanjang kaki, tetapi itu adalah sesuatu yang saya benar-benar ingin melakukan.

Setelah saya datang ke Amerika Serikat sebagai seorang anak muda, saya mulai menghargai sejarah bangsa Jepang dengan cara yang saya tidak pernah bisa rasakan sebelumnya. Ketika saya tinggal di Jepang, saya tidak peduli tentang semua itu. Tapi ketika saya pergi meninggalkan Jepang, Semua sejarah dan tradisi Jepang-Karate datang dan hidup di diri saya.

Gambar

The Great Shihan Sigeru Oyama (dua dari kiri)

Saya ingin tahu segalanya dan memahaminya secara lebih mendalam. Saya ingat bahwa saya telah menulis artikel “The Last Samurai”. Ketika saya pertama kali membaca sejarah itu, saya benar-benar tertarik dengan hal itu, dan menumbuhkan semangat untuk mengajar Karate.

Saya melihat bahwa Karate modern ketinggalan focus akan Karate Tradisional ini. Sebagian besar sekolah Karate adalah gambaran dari cara kuno. Mereka hanya otomatis membuat jalur produksi sabuk lanjutan. Saya ingin mengajarkan dan meyakinkan Anda cara-cara tradisional yang tidak memungkinkan untuk jalan pintas. Sebagai contoh, dalam KIHON pelatihan, Anda harus melatih sampai kontak. Anda tidak dapat meloncati pelatihan dasar fundamental ini. Itu sebabnya saya menulis serangkaian buku berjudul  Perfect Karate dan Karate Kyoten.

Ada pendapat yang berbeda tentang Kapan Musashi lahir, tetapi kemungkinan pada tahun 1584. Dia mulai menulis buku Lima Kitab  ketika Mushasi berusia 60 tahun. Sekitar bulan Oktober, 1643. Ketika Mushasi menyelesaikan bukunya pada tahun 1645, Mushasi sudah berumur 62 tahun. Pada tahun yang sama, pada tanggal 19 Mei 1645, Musashi meninggal dunia. Umur saya sekarang adalah 62 tahun. Saya dalam kondisi kesehatan yang baik, tetapi saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi, jadi saya akan mulai  melakukannya (menafsirkan Buku Mushasi dalam hubungannya dengan Karate). Saya tidak punya waktu untuk menerjemahkan dan mengaturnya buku Mushasi itu dalam setiap bab, tetapi saya langsung membuat pokok-pokok pentingnya saja. Jadi saya akan menulis tentang bagian-bagian dari buku dari Lima Kitab yang langsung berhubungan dengan dunia Oyama Karate. Saya pikir ini akan sangat menarik untuk dibaca oleh orang lain.

Jadi sekarang saya akan memulainya. Saya akan mencoba untuk melakukan yang terbaik yang saya bisa lakukan untuk membantu Anda memahami buku Lima Kitab Musashi ini .

Mushasi membagi bukunya menjadi Lima Kitab. Kitab-Kitab dalam bukunya adalah Kitab Tanah atau bumi (CHI NO MAKI), Kutab Air (MIZU NO MAKI), Kitab Api (HI NO MAKI), Kitab Angin (KAZE NO MAKI), dan Kitab Hampa (KU NO MAKI). Mushasi membuat Buku Lima Kitab untuk membantu pembaca mengidentifikasi tentang segala sesuatu yang ingin Mushasi ajarkan dengan jelas dan spesifik.

Gambar

The Great Shihan Sigero Oyama dengan Sensai Howard

Dalam bab pertama, CHI NO MAKI, Musashi menjelaskan HEIHO NO HYOSHI NO KOTO. Terjemahan harfiah dari kalimat ini adalah tempo, irama atau waktu. Terjemahan ini benar, dan tidak ada yang salah dengan pengertian ini. Namun, arti tersirat dalam kalimat ini memiliki makna yang lebih besar daripada itu, dan saya ingin menjelaskan hal ini lebih dalam lagi.

Musashi mengatakan bahwa segala sesuatu di dunia, bahkan segala sesuatu di alam semesta, memiliki waktu atau irama. Dia mengatakan hal ini terutama berlaku untuk HEIHO. Anda harus mendapatkan irama untuk menang. Untuk melakukan hal ini dibutuhkan banyak pelatihan yang terus-menerus.

Ingat bahwa HEIHO berarti Strategi Pemenang, arti harfiahnya adalah cara untuk menang. Ini adalah Kata Kunci yang harus tetap terpatri di kepala Anda ketika Anda membaca artikel ini.

HYOSHI arti harafiahnya adalah ritme, tempo, atau waktu. Penjelesan  Musashi mengenai HYOSHI adalah bahwa ada begitu banyak macam-macam jenis HYOSHI dalam HEIHO, dan bahwa jika Anda ingin menang dalam pertempuran, Anda harus berlatih keras untuk membangun semua dari berbagai jenis HYOSHI tersebut. Tanpa pengaruh yang kuat dari salah satu jenis HYOSHI, Anda tidak bisa menang.

Musashi mengatakan bahwa HYOSHI adalah yang sesuatu yang paling penting. Dalam buku  Musashi itu dijelaskan, bahwa belajar HYOSHI sama dengan belajar untuk mengalahkan musuh Anda. Dan jika Anda akan mengalahkan musuh Anda, Anda harus belajar bagaimana menggunakan senjata Anda secara efektif. Dan untuk menggunakan senjata Anda secara efektif, Anda harus menggunakan HYOSHI yang benar.

Konsep-konsep ini tidak dapat dipisahkan. Mushasi menggambarkan berbagai jenis senjata, tapi Mushasi membuatnya menjadi lebih sederhana dan simple, yaitu dengan memberitahu Anda tentang hanya satu senjata, Pedang. Musashi menggunakan Pedang untuk menggambarkan dengan jelas tentang HYOSHI, dan ia menjelaskan dengan sangat detail.

Saya ingin menunjukkan kepada Anda bagaimana menggunakan HYOSHI untuk Karate. Pada jaman Musashi, ia menggunakan Pedang sebagai senjata, tetapi kita (Karateka) menggunakan Tendangan, Pukulan, Blok, Kontrol Jarak dan step (langkah) dengan gerak kaki. Ini adalah senjata kita. Anda dapat melihat bahwa jika Anda tidak memiliki HYOSHI baik dengan Tendangan dan Pukulan, dll, maka pada saatnya lawan akan merobohkan Anda. Hal ini adalah sama dengan pedang di tangan Musashi waktu itu. Anda harus membangun HYOSHI anda, atau ritme Anda, jika Anda akan ingin menang dan tak terkalahkan.

 

Saya akan menunjukkan kepada Anda satu contoh olahraga lainnya untuk membantu Anda memahami konsep ini. Pikirkan tentang Liga baseball di USA. Jika Seorang pemain Baseball tidak mengubah irama dalam melempar bola setiap saat, maka pemain lawan akan memukul homerun setiap waktu dengan sangat mudah. Jadi pemain baseball yang baik harus melempar  bola dengan HYOSHI yang berbeda-beda untuk menjadi sukses, dan untuk mendapatkan HYOSHI yang berbeda-beda, pemain itu harus menjalani latihan, latihan dan latihan.

OK, kembali ke Karate… Saya yakin Anda ingat bahwa ketika Anda pertama kali mulai masuk DOjO dan mengikuti latihan Karate, maka anda sangat sulit dalam mengontrol napas. Tapi setelah berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun menjalani latihan Karate di DOJO, maka Anda mulai memahami bagaimana mengontrol pernapasan Anda. Jika Anda mengontrol pernapasan Anda, sebenarnya Anda juga mengontrol ritme Anda.

Kemampuan untuk mempertahankan kontrol ini memerlukan pelatihan yang terus-menerus, bertahun-tahun tanpa henti. Walaupun sabuk anda Black Belt sekalipun, baik itu Sensai, Shihan dan Sai Shihan, jika mereka menghentikan latihan anda di Dojo dalam jangka waktu lama, maka mereka semua akan kehilangan HYOSHI atau Ritme ini.

Ya, itu benar, tidak terkecuali saya. Bahkan HYOSHI saya akan memudar dan luntur jika saya tidak berlatih secara teratur. Jadi saya berpikir bahwa Musashi mengatakan bahwa Anda harus melatih setiap hari untuk mendapatkan pernapasan Anda dengan benar. Tidak hanya itu, tapi Anda juga harus mengendalikan semua makan dan tidur anda, dan bahkan setiap aspek dalam kehidupan Anda harus dicermati, jika Anda ingin mengontrol ritme Anda. Dan jika anda berhenti berlatih dan tidak mengontrol ritme (Hyoshi) anda maka anda akan kalah.

Dalam Bab berikutnya Musashi menjelaskan bahwa ritme dan waktu (timing) sangat mempengaruhi keberhasilan dari segala sesuatu. Hal ini juga sangat  diperlukan bagi musisi dan penari. Semua alat-alat musik harus dimainkan dengan irama yang baik. Jika tidak, maka akan menghasilkan sesuatu alunan musik yang tidak menggambarkan keindahan. Apakah Anda ingat Yule Brenner dan Deborah Carr dalam Film “The King and I”? Bagaimana jika Yule menginjak kaki Deborah Carr selama pentas tari? Itu akan menjadi sebuah komedi! Tapi mereka menari anggun dalam ritme sempurna dengan irama yang dilantunkan, dan hasilnya adalah keindahan.

Di baris berikutnya, Musashi mengatakan bahwa waktu sangatlah penting dalam penggunaan senjata militer. Samurai harus memiliki waktu yang tepat untuk menang. Ketika seorang prajurit sedang menggunakan senjata, busur dan panah atau senjata lainnya, ia harus dalam irama dengan target bergerak, ia harus memilih waktu yang tepat untuk menembak sasaran yang bergerak itu atau ia akan kehilangan setiap waktu. Waktu Samurai menunggang Kuda harus memilih waktu yang tepat dengan irama berjalannya kuda. Dengan kata lain, Musashi mengatakan bahwa ritme penting dalam segala hal. Tanpa itu, Anda tidak bisa menang.

Dalam paragraf berikutnya, Musashi menggambarkan KU NO HYOSHI. Ini adalah irama kehidupan SAMURAI. Kadang-kadang ia berada di atas di posisi yang dikehendakinya. Ini adalah ketika semuanya berjalan lancar, dan ia akan berada dalam statusnya sebagai seorang pejuang. Di lain waktu dia mengalami banyak kesulitan dan berada di bawah. Dia seperti menerebos dinding. Segala sesuatu tampaknya salah, dan dia jatuh berada di bawah posisi yang tidak dikehendakinya. Itu adalah hari yang sama untuk pengusaha. Kadang-kadang kita menglamai kemajuan dan berhasil dalam bisnis dan membuat banyak uang. Di lain waktu bisnis berjalan di bebatuan merugi bisnis dan ia kehilangan uang. Anda tidak dapat melihat ini HYOSHI kehidupan. Hal ini seperti gelombang. Tetapi Anda perlu tahu tentang hal itu dan tentang pergerakan pasukan. Anda perlu memahami politik, sejarah, budaya, ekonomi, dll. Anda harus tahu semua ini untuk mendapatkan irama hidup sehingga Anda dapat melihat ke masa depan.

Ini bukanlah sesuatu yang Anda lihat secara fisik, tetapi sangat penting bahwa Anda tahu dan merasa irama KU ini jika Anda ingin menjadi sukses. Itu berarti bahwa Anda harus belajar keras dan membuka pikiran Anda. Jangan mengucilkan diri Anda dari dunia. Anda perlu untuk “melihat” masa depan Anda dan apakah itu naik atau jatuh ke bawah, berjalan dengan benar atau akan kiri. Irama ini disebut KU NO HYOSHI. Dan jika Anda melewatkan ritme ini tak terlihat, Anda akan gagal dalam apa pun yang Anda coba capai dalam hidup.

Saya ingin menjelaskan HYOSHI di salah satu cara sederhana. Ketika Anda dilahirkan, anda seorang bayi dan tergantung untuk semuanya. Kemudian Anda balita dan segala sesuatu begitu menarik. Kemudian datang masa kanak-kanak yang lebih tua dan pendidikan dasar. Kemudian datang tahun remaja dan dewasa muda. Pada tahap ini kehidupan, Anda memiliki begitu banyak energi dan antusiasme! Anda ingin bertindak dan lakukan! Kemudian datang usia pertengahan, dan Anda menikmati prestasi Anda. Kemudian akhirnya Anda mencapai usia tua. Anda duduk dan menerima, tergantung pada akhirnya seperti yang Anda sebagai seorang bayi.

Anda dapat melihat irama kehidupan manusia dalam siklus ini. Ini adalah HYOSHI juga. Intinya adalah bahwa apa pun waktu Anda dalam hidup, Anda harus mencoba untuk membangun diri sendiri. Jika Anda tidak, Anda akan kehilangan waktu Anda dan melewatkan kesempatan Anda untuk sukses. Naik puncak gelombang oleh bekerja keras dan memiliki ambisi. Dengan cara itu Anda bisa sukses tidak peduli apa tahap Anda dalam hidup, dan Anda akan tetap selamanya muda.

Dalam alinea berikut, Musashi benar-benar menjelaskan HEIHO NO HYOSHI secara rinci. Dia mengatakan bahwa ada banyak jenis HEIHO NO HYOSHI. Namun, katanya, Anda akan melihat bahwa beberapa HYOSHI yang cocok dengan pribadi Anda dan beberapa HYOSHI tidak cocok untuk Anda. Anda harus menyadari hal ini jika Anda ingin berhasil HEIHO.

Jadi biarkan saya menjelaskan hal ini yang berhubungan dengan Karate. Berpikir tentang seorang pria besar yang sangat kuat, tapi dia kaku. Jadi seaktu menendang JODAN MAWASHI GERI sangat tidak sempurna. Untuk orang ini, teknik tendangan tinggi membuatnya kehilangan irama nya. Tapi dia bagus dalam tendangan Gedan Mawashi Geri adalah tendangan terbaiknya. Ini adalah strategi yang sesuai HYOSHI nya. Ini adalah salah satu contoh dari apa yang cocok HYOSHI dan apa yang tidak.

Kemudian Musashi menjelaskan secara lebih rinci dalam kalimat berikutnya tentang HYOSHI. Ketika ia menjelaskan HYOSHI, ia berbicara tentang gerakan besar dan kecil dan gerakan lambat dan cepat. Ketika ia menjelaskan pergerakan yang besar, saya pikir dia berarti gerakan yang kuat, lebih dinamis. Ketika ia menjelaskan gerakan-gerakan kecil, saya pikir dia benar-benar berbicara tentang memegang kuasa atau menyimpan kekuatan. Tentu saja, lambat berarti lambat, dan cepat cara cepat.

Selanjutnya, Musashi pergi lebih untuk menggambarkan tiga Pewaktuan-pewaktuan berbeda yang dapat digunakan untuk masing-masing HYOSHI empat orang. Ini adalah A TARU HYOSHI, MA NO HYOSHI, dan SOMUKU HYOSHI. Waktu pertama, TARU, berarti hanya untuk terlibat lawan. Di dunia Karate, ini tidak berarti bahwa Anda membuat kontak. Itu berarti bahwa Anda mengambil tindakan. Anda melakukan sesuai dengan ritme Anda – irama yang sesuai dengan Anda. Ini mungkin berarti bahwa Anda hanya menggunakan pekerjaan langkah Anda untuk mendapatkan kaki baik dan sudut

Waktu berikutnya menjelaskan Musashi yang MANU HYOSHI. Dalam HYOSHI ini, Anda melanggar dari lawan. Misalnya, jika Anda merasa bahwa lawan Anda membaca Anda irama dan dia tahu teknik Anda berikutnya, kemudian istirahat darinya. Juga, jika Roh-nya sangat kuat dan Anda merasa bahwa ia berniat untuk menghancurkan Anda, maka Anda harus melepaskan diri dan membuatnya dingin. Waktu terakhir adalah SOMUKU. Ini berarti bahwa Anda menggunakan irama berlawanan atau berbeda daripada lawan. Jika ia tidak mengharapkan tendangan wajah, maka itu adalah waktu untuk menggunakan tendangan wajah. Jika ia tidak mengharapkan Anda untuk datang langsung, kemudian datang langsung di kepadanya. Jadi apa pun lawan mengharapkan, Anda melakukan sesuatu yang berbeda. Intinya adalah untuk membingungkan lawan sehingga Anda mengontrol irama, HYOSHI, perkelahian. Hal ini membuat baik HEIHO, menang strategi.

Pada akhir bab ini, Musashi mengatakan lagi bahwa jika Anda ingin membuat kuat HEIHO (strategi pemenang), maka Anda harus memiliki HYOSHI SOMUKU yang kuat. Ini adalah titik penting bahwa Musashi menutup bab dengan titik itu sendiri. Dia mengatakan dalam dua baris akhir dalam pertempuran nyata seperti perang, Anda harus tahu bahwa Anda HYOSHI musuh. Anda harus membaca irama musuh Anda. Anda harus membaca HYOSHI nya atau dia akan membunuh Anda. HYOSHI Anda harus selalu menjadi HYOSHI apa pun musuh Anda dalam tidak mengharapkan. Itu adalah bagaimana Anda harus memutuskan apa HYOSHI digunakan untuk melawan. HYOSHI apa pun yang Anda gunakan, menerapkan KU NO HYOSHI, terlalu. Ingatlah bahwa ini adalah “irama tak terlihat”. Dalam situasi tempur, ini berarti bahwa Anda harus menggunakan psikologi untuk membingungkan musuh Anda secara mental. Membuat lawan tegang, gila, bingung dan emosional.

Kemudian pada akhir bab ini pertama, Musashi mengingatkan kita bahwa ada lima besar bab dalam bukunya, dan di setiap bab ia selalu hubungan kembali ke HYOSHI. Tema setiap bab terhubung ke HYOSHI dalam beberapa cara. Itulah betapa pentingnya irama adalah. Dan bagaimana Anda membangun HYOSHI? Yaitu denganpelatihan, pelatihan, pelatihan!

 

OSU!

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s