Buang Sabuk (Obi) Anda

Gambar

Anda sebenarnya hanyalah sebagus/sebaik latihan yang anda lakukan di pagi ini”. Itu selalu menjadi motto pelatihan saya dan saya tetap disiplin dengan moto itu. Saya tidak selalu mampu berlatih setiap pagi, kadang-kadang saya tidak berlatih dan saya bahkan memiliki waktu dimana saya benar-benar mengalami kelambanan dalam latihan. Tetapi saya tidak pernah kehilangan pegangan hidup tentang kebenaran bahwa: Saya hanyalah sebagus/sebaik latihan pagi ini. Ini adalah pendekatan yang baik. Ini yang akan membuat Anda jujur dalam hidup anda.

Sistem penilaian dalam seni bela diri sering menyebabkan kita menipu diri sendiri. Sabuk hitam tidak seperti gelar Universitas, yang, setelah Anda mencapainya, bahwa anda menilai diri anda sudah sempurna. Tentu tidak seperti itu. Sebaliknya, Sabuk Hitam itu hanyalah seperti sebuah tonggak, penanda di pinggir jalan, tonggak untuk jalan terus dalam perbaikan diri yang hanya akan berhenti, ketika Anda berhenti menginginkan untuk memperbaiki diri. Dan seperti Sosai mengatakan “Tidak ada kata berhenti latihan dalam Kyokushin Karate, kalian harus tetap berlatih untuk mencapai kemajuan, atau berhenti berlatih dan tertinggal di belakang”.

Gambar

Saya pikir tingkatan sabuk harus diuji berulang-ulang secara berkala jika kita ingin menyimpannya dan mempertahankan nilai-nilai luhur dari sabuk yang kita pakai itu. Dalam tingkatan Sabuk itu, aspek teknis dan psikologis dapat berubah sesuai dengan usia siswa. Jadi, jika usianya 50 tahun yang sudah memegang tingkatan Dan V tidak mungkin diminta untuk melakukan 30 atau 40 kali latihan dengan keras, tapi ia harus diminta untuk menunjukkan konsistensi dalam tekniknya, ketepatan waktu (timing), dipertahankan atau ditingkatkannya fleksibilitas otot-ototnya, dan peningkatan pemahaman/kebijaksanaan apa-apa tentang Kyokushin. Dia juga harus mampu menunjukkan bahwa ia telah berlatih lebih dalam dengan Karate-nya sedapat mungkin.

Sebaliknya kita melihat, banyak murid-murid Sosai yang sudah mencapai tingkatan DAN V terlalu banyak yang beristirahat dan merasa capai untuk berlatih meningkatkan diri dan waktu pelatihan mereka mengalami penurunan dengan semua alasan kehidupan, tapi mereka masih berharap untuk menerima hormat dan hak istimewa dari Dan V.

Gambar

Saya tidak bermaksud bersikap keras kepada diri sendiri dan anda. Hidup terutama harus dalam sukacita. Tetapi jika seseorang ingin dihormati sebagai seniman bela diri, ia harus rendah hati untuk terus berlatih tanpa henti dan tidak hanya minta di hormati atas tingkatan DAN-nya.

Buanglah sabuk hitam anda jauh-jauh. Jika kita semua melakukan “berhenti berlatih” akan terjadi begitu banyak omong kosong yang akan kita lihat di dalam seni bela diri. Semasih anda mencintai Bela Diri, buanglah ego anda jauh-jauh dengan Philosophy Sosai Oyama ini. “Shoshin o wasurezu.” “(Cintai segala sesuatu seperti cinta pertama)”. Jangan lupakan semangat kita ketika menjadi Pemula di Kyokushin Karate. Pada waktu kita Pemula, kita rendah hati, lapar dan terbuka (haus akan ilmu baru). Seperti slogan mengatakan, “ Tinggalkan ego Anda di pintu ketika Anda memasukkan dojo”.  Berlatih dengan sangat keras tanpa ada kata istirahat.

Gambar

Selalu ada orang-orang yang lebih besar dan lebih rendah daripada diri kita, di atas langit selalu ada langit lain yang lebih tinggi. Jika Anda berpikir Anda lebih baik dari orang orang lain, pergilah ke Hawaii dan memenangkan Ironman Hawaii. Sponsor yatim piatu. Menghabiskan akhir pekan Anda membantu mereka yang membutuhkan. Renungkan tanpa gelisah selama satu jam.

Kerendahan hati merupakan sebuah lembah yang mengumpulkan hujan dari semua hal-hal yang baik-baik di muka bumi ini. Kesombongan adalah sebuah gunung tandus yang mungkin terlihat baik dari kejauhan tetapi sampai dekat, hanya terjal bebatuan, tidak melayani tujuan yang nyata untuk siapa pun, hanya fatamorgana.

Saya berlatih di gym dengan partner saya, bernama Lee Sang Tai akhir pekan lalu. Lee Sang adalah pelatih pribadi saya di Sydney yang saat ini sudah berusia 50-an tahun, tapi memiliki usia biologis sekitar 35 tahun. Hal ini memberi cambukan/semangat kepada saya dan saya menyadari betapa saya harus melakukan latihan lebih lagi. Bukan untuk alasan lain, selain untuk melakukan pelatihan sebagai murid The Ledend Mas Oyama. Kami menetapkan tujuan, kita melatihnya dan kami ulang tujuan latihan itu berulang-ulang. Kami melakukannya dengan sukacita. Dan kita tetap rendah hati, bersikap jujur ​​dengan diri kita sendiri. Pelatihan itu sendiri bukan untuk tantangan, tetapi untuk kerendahan hati.

Apakah sebenarnya semangat Osu itu? Kita membaca banyak penafsiran, tapi pada akhir tulisan ini bisa saya tekankan bahwa, Osu berarti : KERENDAHAN HATI.

Osu !

Cameron F Quinn

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s